POTENSI PANCUR KECAMATAN LINGGA UTARA
I. PENDAHULUAN
Bank Riau Kepri merupakan
Bank milik Pemerintah Daerah yang berfungsi sebagai sumber pembiayaan daerah,
sebagai penggerak pembangunan daerah dan sebagai sumber pendapatan daerah,
serta juga sebagai salah satu pelaku bisnis perbankan agar tetap eksis dan
mampu bersaing, maka Bank Riau Kepri terus melakukan perluasan jaringan kantor
yang didukung oleh infrastruktur, sumber daya manusia dan sistem teknologi
informasi.
Untuk
merealisasikan tujuan tersebut secara bertahap Bank Riau Kepri tumbuh dan berkembang dengan baik ke seluruh
pelosok daerah Riau dan Kepulauan Riau mulai dari ibu kota Propinsi,
Kabupaten/Kota, Kecamatan bahkan sampai ke desa-desa agar dapat melayani
kebutuhan masyarakat.
Survey ini bertujuan untuk
mempelajari dan menjajaki kemungkinan pembukaan jaringan kantor baru (Kantor
Cabang, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Kedai, Kantor
Kas ataupun payment
point) khusus di daerah Pulau
Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga Provinsi Kepri
Pulau Pancur yang berjarak 40
KM Daik Ibu Kota Kabupaten Lingga yang dapat ditempuh dalam waktu ± 40 menit melalui transportasi darat.
II.
GAMBARAN UMUM
Kecamatan Lingga Utara
terletak diantara 0o derajat 03 menit Lintang Utara, dengan 02o derajat 21
menit Lintang Selatan, dan 104o derajat 22 menit Bujur Timur, disebelah Barat
dengan 105o derajat 02 menit Bujur Timur. Secara geografis Kecamatan Lingga Utara
cukup strategis karena berdekatan dengan daerah yang kaya akan sumber daya alam
seperti Palembang, Jambi dan Sumatera bagian selatan lainnya.
Kecamatan Lingga Utara
terdiri dari 1 Kelurahan 11 Desa. Jarak ibukota Kecamatan Lingga Utara dengan
ibukota Kabupaten Lingga ±38 Km, ibukota Kecamatan Senayang ±8 Km, ibukota
Propinsi Kepulauan Riau (Tanjungpinang) ±137 Km, Propinsi Riau (Pekanbaru) ±579
Km dan Propinsi Jambi (Jambi) ±150 Km.
II.1 Batas Wilayah
Wilayah Kecamatan
Lingga Utara berbatasan dengan :
* Sebelah Utara :
Kecamatan Senayang
* Sebelah Selatan :
Kecamatan Lingga
* Sebelah Barat :
Kecamatan Senayang
* Sebelah Timur : Laut
Cina Selatan
Untuk keluar masuk dari dan ke ibukota
Kecamatan Lingga dapat dilalui dengan 5 pintu masuk yaitu :
* Melalui Pelabuhan Pancur (Tergantung pasang
surut air laut).
* Melalui Pelabuhan Tanjung Buton (±45 Km dari
ibukota Kecamatan Lingga Utara).
* Melalui pelabuhan Sri Lingga Pura (Sungai
Tenam, Desa Mentuda)
III.
PEMERINTAHAN
Secara
administrasi Kecamatan Lingga Utara terdiri dari 11 Desa dan 1 Kelurahan, 22
Dusun/Lingkungan, 41 Rukun Warga (RW) dan 86 Rukun Tetangga (RT). Adapun
Desa/Kelurahan di Kecamatan Lingga sebagai berikut :
* Kelurahan
Pancur * Desa Resun
Pesisir
* Desa
Sekanah * Desa
Linau
* Desa Duara
* Desa
Bukit Harapan
* Desa
Rantau Panjang * Desa
Limbung
* Desa
Sungai Besar * Desa
Teluk
* Desa Resun
* Desa
Belungkur
Grafik III
Banyaknya Rukun Tetangga (RT) Menurut
Desa/Kelurahan
di Kecamatan Lingga Utara
|
III.1 Keadaan Pegawai Negeri Sipil
Pegawai
Negeri yang bekerja di Lingkungan unit kerja Kantor Camat/Kantor Kelurahan,
Puskesmas, Kantor Urusan Agama (KUA), Koramil, Mapolsek dan Satuan Kerja
Instansi Vertikal tahun tercatat 211 Pegawai Negeri Sipil dan Guru.
III.2. Wilayah Administrasi
Tabel 2. Wilayah Administrasi
|
Desa / Kelurahan
|
Lingkungan
|
RW
|
RT
|
Dusun
|
|
|
|
|
Sekanah
|
2
|
3
|
5
|
Duara
|
-
|
5
|
14
|
Rantau Panjang
|
4
|
9
|
19
|
Sungai Besar
|
2
|
4
|
7
|
Resun
|
2
|
2
|
4
|
Resun Pesisir
|
2
|
3
|
7
|
Linau
|
3
|
5
|
12
|
Bukit Harapan
|
3
|
3
|
8
|
Limbung
|
2
|
4
|
8
|
Teluk
|
3
|
4
|
12
|
Belungkur
|
2
|
5
|
9
|
Jumlah
|
25
|
47
|
105
|
Grafik III.2
Persentase Luas Wilayah Desa/Kelurahan
di Kecamatan Lingga Utara
|
IV.
KEPENDUDUKAN
Penduduk merupakan modal dasar pembangunan suatu daerah bila berkualitas
baik, sebaliknya penduduk yang besar akan menjadi beban pembangunan kalau laju
pertumbuhannya tinggi, tidak terkendali dan kualitasnya rendah sehingga
menyebabkan ketidakseimbangan antara jumlahnya yang besar dengan daya dukung
lingkungan. Karena itu pengendalian laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan
kualitas sumber daya manusia secara nasional merupakan faktor penting dalam
Pembangunan.
Salah satu ciri khas masalah kependudukan di Kecamatan Lingga Utara adalah
pemusatan sebagian besar penduduk di daerah pantai dan pusat-pusat pemerintahan
serta perdagangan. Hal ini menyebabkan variasi kepadatan penduduk antar
Desa/Kelurahan cukup besar. Laju pertumbuhan penduduk menunjukkan seberapa
besar penduduk di suatu daerah berubah dari tahun ke tahun. Laju pertumbuhan
penduduk ini, pada dasarnya masih tetap bersifat alami atau karena faktor
kelahiran dan kematian, walaupun demikian tentu pula masih dipengaruhi oleh
faktor migrasi yaitu pendatang dan perpindahan.
Grafik IV
Jumlah Penduduk Menurut Desa/Kelurahan
di Kecamatan Lingga Utara
|
Grafik IV.1
Populasi Penduduk Menurut Jenis Kelamin
|
Tabel 2. Penduduk menurut Kepemilikan
Administrasi Kependudukan
Surat
Administrasi Kependudukan
|
Jumlah
|
Kartu Keluarga
|
3400
|
kartu Tanda Penduduk ( KTP )
|
8352
|
Akte Kelahiran
|
3995
|
Pasport
|
1
|
Sumber : Kantor Kependudukan dan Catatan
Sipil Kabupaten Lingga
|
|
V. SARANA DAN PRASARANA
V.1. SARANA PENDIDIKAN
Pada tahun 2015
Kecamatan Senayang memiliki 17 Unit Sekolah Dasar (SD), 4 Unit Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 1 Unit
Sekolah Menengah Umum (SMU) yang tersebar di 11 Desa / Kelurahan
Tabel 3. Jumlah Sarana
Pendidikan dan Pengajar
No
|
Sekolah
|
Jumlah
|
Murid
|
Guru
|
1
|
TK
|
0
|
0
|
0
|
2
|
SD
|
17
|
1228
|
190
|
3
|
SMP
|
4
|
519
|
49
|
4
|
SMA/SMK
|
1
|
232
|
25
|
Grafik. Jumlah Sarana Pendidikan
Kecamatan Lingga Utara Tahun 2016
|
V.2. SARANA KESEHATAN
Pembangunan
fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Polindes dan Poskesdes terus digalakkan. Di Kecamatan Lingga Utara terdapat 1 Puskesmas,
6 Puskesmas Pembantu dan 11 Polindes. Penyediaan tenaga
kesehatan seperti Dokter dan Paramedis dari tahun
ke tahun terus bertambah sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kesehatan masyarakat. Jumlah Bayi yang lahir di
Puskesmas/Puskesmas Pembantu/Polindes tahun 2016 mencapai 180
balita, Sedangkan Jumlah penduduk yang diimunisasi tercatat
141 orang. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk adalah melalui program Keluarga Berencana (KB). Di Kecamatan Lingga Utara jumlah peserta KB
aktif mencapai 1 922 pasangan usia subur(PUS).
Tabel 4. Jumlah Sarana
Kesehatan dan tenaga
medis di Kecamatan Senayang Tahun 2016
No
|
Sarana
Kesehatan
|
Jumlah
|
1
|
Rumah Sakit
|
0
|
2
|
Rumah Bersalin
|
0
|
3
|
Puskesmas
|
1
|
4
|
Pustu
|
6
|
5
|
Posyandu
|
23
|
6
|
Polindes
|
11
|
|
Jumlah
|
85
|
V.3. SARANA JALAN DAN
TRANSPORTASI
1. Angkutan Laut
·
Kondisi transportasi
darat mempunyai peran yang penting sebagai penghubung ke Desa-desa baik yang
berada di Kecamatan Lingga Utara maupun Kecamatan lainnya.
·
Sarana Angkutan
Umum/Darat masih sangat minim baik Angkutan roda dua/ojek ataupun angkutan roda
empat/oplet/bus.
·
Kondisi jaringan jalan
sebagai urat nadi angkutan darat semakin baik. Pada umumnya jaringan jalan di
Kecamatan Lingga Utara belum semuanya beraspal/hotmix dan sebagian besar
diperkeras.
2. Angkutan Darat
·
Sebagai daerah
Kepulauan, transportasi laut sangat dominan di Kecamatan Lingga Utara sekaligus
mempunyai peran yang sangat penting untuk melakukan pergerakan orang dan barang.
·
Pelabuhan/Dermaga
merupakan terminal utama bagi koleksi dan distribusi barang dan jasa, dan
merupakan komponen utama untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi
suatu daerah. Di Kecamatan Lingga Utara terdapat 1 pelabuhan penumpang sekaligus
bongkar muat yaitu Pelabuhan Pancur, Khusus Pelabuhan Sri Lingga Pura Sungai
Tenam sudah beroperasi.
·
Jumlah penumpang yang
berangkat melalui pelabuhan di kecamatan Lingga Utara terus meningkat.
V.4. SARANA LISTRIK DAN
TELEKOMUNIKASI
Bidang telekomunikasi di Kecamatan Lingga Utara sudah
semakin maju pesat hal ini dapat dilihat dengan banyaknya dibangun Base
Transceiver Station (BTS), sehingga tidak ada lagi Desa/Kelurahan yang
terisolir di bidang komunikasi.
Penyediaan energi Listrik merupakan salah satu kebutuhan vital dan dasar
bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Selain sebagai
sumber energi pengerak mesin-mesin produksi yang penting
juga dapat meningkatkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Di Kecamatan Lingga Utara terdapat 1 unit pembangkit Listrik Tenaga Diesel
(PLTD) milik PT. PLN (Persero) yaitu PLTD unit Pancur. Namun
menyediakan energi listrik untuk masyarakat
Kecamatan Lingga Utara ada juga yang berasal dari pembangkit Listrik Tenaga Diesel
(PLTD) milik PT. PLN (Persero) yaitu PLTD Daik Lingga.
Telekomunikasi di Kecamatan Lingga Utara terdapat jaringan
seluler (Telkomsel 3G&4G dan Indosat).
VI. POTENSI EKONOMI
VI.1. Industri
Kegiatan industri
adalah kegiatan untuk merubah bentuk baik secara mekanis maupun kimiawi dari
bahan organik atau anorganik menjadi produk baru yang lebih tinggi mutu atau
nilai gunanya. Tahun 2016 untuk kegiatan industri di Kecamatan Lingga Utara
meliputi industri skala sedang sampai kecil, sebagian besar bergerak dalam kelompok
industri pengolahan arang bakau dan industri pengolahan sagu yang menyerap
banyak tenaga kerja sedangkan tenaga kerja yang berkecimpung di usaha industri
rumah tangga terserap lebih sedikit .
VI.2. Perdagangan
Berdasarkan hasil pendaftaran
usaha dan perusahaan pada tahun 2016 yang dilaksanakan
oleh Badan Pusat Statistik, diketahui bahwa perdagangan eceran berbagai macam barang meliputi penjualan sembako dan kelontong serta perdagangan
umum sebanyak 142 unit usaha di kecamatan Lingga
Utara baik di lokasi permanen maupun tidak
permanen. Pada tahun
2016 usaha jasa perorangan dan rumah tangga skala sedang dan kecil masih
mendominasi perdagangan di kecamatan Lingga Utara. Toko/kedai sembako dan kelontong
berjumlah 139 usaha, warung/kedai makan 2 usaha.
Tabel 5. Sarana
Perdagangan di Kecamatan Senayang
No
|
Sarana
Perekonomian
|
Jumlah
|
1
|
Pasar
|
1
|
2
|
Toko
|
8
|
3
|
Warung/Kedai
|
131
|
4
|
Rumah Makan
|
2
|
5
|
Kios
|
0
|
Grafik VI.2 Sarana Perekonomian
|
VI.3. Perhotelan dan Pariwisata
Kondisi geografis dan
alam yang indah begitu mempesona serta menyimpan banyak potensi untuk diekpos.
Potensi wisata di Kecamatan Lingga Utara sangat beragam baik wisata alam,
wisata laut dan wisata budaya serta wisata sejarah. Khusus Potensi wisata laut/pantai
perlu pengembangan dan pengelolaan yang serius untuk menarik pengunjung/wisatawan
lebih banyak lagi baik domestik maupun Luar negeri, seperti Pantai Dungun di
Belungkur. Terdapat beberapa tempat wisata alam untuk kita nikmati yaitu, Air Terjun
di Desa Resun. Sebagai penunjang pariwisata perlu tersedianya sarana fasilitas
akomodasi perhotelan/penginapan. Di Kecamatan Lingga Utara terdapat
Hotel/penginapan seperti Hotel Winner, Penginapan Alton Inn, Jumlah tamu yang memanfaatkan
jasa akomodasisepanjang tahun terus miningkat.
VI.4. Koperasi
Dalam pengembangan
Koperasi , terdapat kendala utama yang bersifat internal yaitu kelemahan dalam
permodalan. Sebagaimana diketahu modal adalah “darah” yang akan mendorong
sumber daya ekonomi lainnya dalam kegiatan usaha.Di Kecamatan Lingga Utara
hanya terdapat 1 (satu) unit Koperasi yaitu di Kelurahan Pancur.
VI.5. Pertanian dan
Perkebunan
Luas tanaman perkebunan
untuk beberapa jenis tanaman umumnya tidak mengalami banyak perubahan berarti.
Tanaman Karet, Kelapa dan sagu merupakan tanaman yang banyak diminati oleh
petani perkebunan.
Luas tanam dan produksi
masing-masing tanaman perkebunan selama tahun 2016 disajikan secara berurutan
sebagai berikut tanaman Karet 493,00 hektar/produksi 152,00 Ton, Kelapa 267,00
hektar/produksi 152,00 ton, Lada 49,50 hektar/produksi 10,00 ton dan sagu 1.677
hektar dengan hasil produksinya 1.326,00 ton.
Tabel 6. Luas Tanaman Perkebunan Menurut Jenisnya di Kecamatan Lingga Utara
(Ha), 2016
No
|
Jenisnya
|
Jumlah
|
1
|
Karet
|
493,00
|
2
|
Kelapa
|
267,00
|
3
|
Lada
|
49,50
|
4
|
Sagu
|
1677,00
|
|
Jumlah
|
4486,50
|
Tabel 7. Produksi Tanaman Perkebunan Menurut Jenisnya di Kecamatan Lingga
Utara (Ton), 2016
No
|
Jenisnya
|
Jumlah
|
1
|
Karet
|
152,00
|
2
|
Kelapa
|
152,00
|
3
|
Lada
|
10,00
|
4
|
Sagu
|
1326,00
|
|
Jumlah
|
1460,00
|
VI.6. Perikanan
Kuantitas dan nilai
produksi perikanan dari tahun ke tahun terus menunjukkan penurunan walaupun
tidak begitu signifikan. Dimasa mendatang sesuai dengan potensi perairan laut
yang ada, masih dapat terus ditingkatkan produktifitasnya.
Tabel 8. Volume Produksi Perikanan Laut di Kecamatan Lingga Utara, 2016
(Ton)
No
|
Jenisnya
|
Jumlah
|
1
|
Penangkapan
|
3656
|
2
|
Budidaya Laut
|
1850
|
|
Jumlah
|
1460,00
|
Tabel 9. Nilai Produksi Perikanan Laut di Kecamatan Lingga Utara, 2016 (Rp)
No
|
Jenisnya
|
Jumlah
|
1
|
Penangkapan
|
109.860.000.00
|
2
|
Budidaya Laut
|
333.000.000.00
|
|
Jumlah
|
442.680.000.00
|
Grafik VI.6 Volume Produksi Perikanan Laut dalam (Ton)
|
Grafik VI.6 Volume Produksi Perikanan Laut dalam (Rupiah)
|
VII. PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan
mengenai potensi Pancur Kecamatan Lingga Utara.
Belum ada tanggapan untuk "POTENSI PANCUR KECAMATAN LINGGA UTARA"
Post a Comment