Teori Permintaan Uang dalam Islam Menurut Mazhab
Alternatif
Permintaan uang dalam mazhab ketiga ini, sangat
erat kaitannya dengan konsep endogenous uang dalam Islam. Teori endogenous dalam
Islam secara sederhana dapat kita artikan bahwa keberadaan uang pada hakikatnya
adalah representasi dari volume transaksi yang ada dalam sektor riil. Teori
inilah yang kemudian menjembatani dan tidak mendikotomikan antara pertumbuhan
uang di sektor moneter dan
pertumbuhan nilai tambah uang di sektor riil.
Islam menganggap bahwa perubahan nilai tambah
ekonomi tidak dapat didasarkan semata-mata pada perubahan waktu. Nilai tambah
uang terjadi jika dan hanya jika ada pemanfaatan secara ekonomis selama uang
tersebut dipergunakan. Sehingga tidak selalu nilai uang harus bertambah walau
waktu terus bertambah, akan tetapi nilai tambahnya akan tergantung dari hasil
yang diusahakan dengan uang itu. Secara makroekonomi, nilai tambah uang
dan jumlahnya hanyalah representasi dari perubahan dan pertambahan di sektor
riil. Konsep inilah yang kemudian menjadikan landasan sistem moneter Islam
selalu berpijak pada sektor mikroekonomi.
Permintaan uang menurut M.A Choudhury
adalah representasi dari keseluruhan kebutuhan transaksi dalam sektor riil. Semakin
tinggi kapasitas dan volume.sektor riil meningkat, maka permintaan uang pun akan meningkat.
Variabel-variabel yang memengaruhi permintaan uang meliputi variabel-variabel
sosio-ekonomi (X), kebijakan pemerintah
dalam regulasi ekonomi (Y), dan informasi objektif masyarakat akan kondisi riil perekonomian.
Tidak seperti halnya teori exogenous uang dalam literatur konvensional dianggap
bahwa permintaan uang dan penawaran uang dipengaruhi oleh suku bunga.
Permintaan uang dan penawaran uang dalam mazhab
ini dipengaruhi oleh besarnya profit sharing atau expected rate of
profit. Tinggi rendahnya expected rate of profit ini
merupakan representasi dari prospek pertumbuhan aktual ekonomi.
Expected rate of profit merupakan harapan keuntungan yang bisa didapatkan dari
menginvestasikan uang di sektor riil. Peningkatan investasi berarti penurunan permintaan uang kas yang disimpan. Apabila expected
rate of profit yang akan dida patkan dari kegiatan investasi di
sektor riil meningkat, maka penawaran investasi juga akan meningkat. Tingginya
penawaran investasi akan menyebabkan penurunan jumlah uang kas riil yang
dipegang masyarakat. Artinya peningkatan expected rate of profit menjadikan orang berkeyakinan bahwa pemegangan
uang kas yang berlebih mengandung kerugian akan hilangnya kesempatan
untuk mendapatkan keuntungan bisnis. Akibatnya, seseorang akan menyesuaikan
berapa besar permintaan uang kas riil yang dipegang terhadap besarnya expected
rate of profit.
Trima Kasih ........ slm silaturahmi....ok.
ReplyDelete