Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-membuat-anti-copy-paste-di-blog.html#ixzz2I6kr0OyB
Selamat datang di Blog Royan Zulfan "royanmakalah.blogspot.com". Jika anda ingin mengcopy paste makalah ini saya sarankan anda untuk mentransfer uang sebesar Rp. 20.000,00 ke rekening 328201001428507 BANK BRI ATAS NAMA ROYAN BASTIAN, setelah itu anda bisa menghubungi nomor HP. (085355476373). Selain dari itu anda bisa mengklik link ini http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=325937 dan anda harus menregister untuk menjadi member. Terima Kasih semoga blog ini bisa membantu anda.

Jumat, 12 April 2013

Teori Permintaan Uang dalam Islam Menurut Mazhab Alternatif



Teori Permintaan Uang dalam Islam Menurut Mazhab Alternatif

Permintaan uang dalam mazhab ketiga ini, sangat erat kaitannya dengan konsep endogenous uang dalam Islam. Teori endogenous dalam Islam secara sederhana dapat kita artikan bahwa keberadaan uang pada hakikatnya adalah representasi dari volume transaksi yang ada dalam sektor riil. Teori inilah yang kemudian menjembatani dan tidak mendikotomikan antara pertumbuhan uang di sektor moneter dan pertumbuhan nilai tambah uang di sektor riil.
Islam menganggap bahwa perubahan nilai tambah ekonomi tidak dapat didasarkan semata-mata pada perubahan waktu. Nilai tambah uang terjadi jika dan hanya jika ada pemanfaatan secara ekonomis selama uang tersebut dipergunakan. Sehingga tidak selalu nilai uang harus bertambah walau waktu terus bertambah, akan tetapi nilai tambahnya akan tergantung dari hasil yang diusahakan dengan uang itu. Secara makroekonomi, nilai tambah uang dan jumlahnya hanyalah representasi dari perubahan dan pertambahan di sektor riil. Konsep inilah yang kemudian menjadikan landasan sistem moneter Islam selalu berpijak pada sektor mikroekonomi.
Permintaan uang menurut M.A Choudhury adalah representasi dari keseluruhan kebutuhan transaksi dalam sektor riil. Semakin tinggi kapasitas dan volume.sektor riil meningkat, maka permintaan uang pun akan meningkat. Variabel-variabel yang memengaruhi permintaan uang meliputi variabel-variabel sosio-ekonomi (X), kebijakan pemerintah dalam regulasi ekonomi (Y), dan informasi objektif  masyarakat akan kondisi riil perekonomian. Tidak seperti halnya teori exogenous uang dalam literatur konvensional dianggap bahwa permintaan uang dan penawaran uang dipengaruhi oleh suku bunga. Permintaan uang dan penawaran uang dalam mazhab ini dipengaruhi oleh besarnya profit sharing atau expected rate of profit. Tinggi rendahnya expected rate of profit ini merupakan representasi dari prospek pertumbuhan aktual ekonomi.
Expected rate of profit merupakan harapan keuntungan yang bisa didapatkan dari menginvestasikan uang di sektor riil. Peningkatan investasi berarti penurunan permintaan uang kas yang disimpan. Apabila expected rate of profit yang akan dida patkan dari kegiatan investasi di sektor riil meningkat, maka penawaran investasi juga akan meningkat. Tingginya penawaran investasi akan menyebabkan penurunan jumlah uang kas riil yang dipegang masyarakat. Artinya peningkatan expected rate of profit menjadikan orang berkeyakinan bahwa pemegangan uang kas yang berlebih mengandung kerugian akan hilangnya kesempatan untuk mendapatkan keuntungan bisnis. Akibatnya, seseorang akan menyesuaikan berapa besar permintaan uang kas riil yang dipegang terhadap besarnya expected rate of profit.


1 komentar: